Jawa Timur bersiap menghadapi tantangan iklim yang lebih berat pada tahun 2026. Berdasarkan analisis terbaru, musim kemarau di wilayah ini diprediksi akan berlangsung lebih lama dengan intensitas kekeringan yang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memetakan setidaknya 11 daerah yang kini masuk dalam kategori siaga kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut diminta untuk segera melakukan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak krisis air bersih bagi masyarakat.
Para ahli meteorologi menekankan bahwa anomali cuaca menjadi faktor utama di balik fenomena kemarau panjang ini. Ketersediaan cadangan air di sejumlah waduk dan sumber mata air pun menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar tetap mencukupi kebutuhan irigasi pertanian serta konsumsi rumah tangga.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan air bersih selama periode kemarau mendatang. Pihak berwenang juga terus memantau perkembangan cuaca secara berkala untuk memastikan bantuan distribusi air bersih dapat tersalurkan tepat waktu ke wilayah-wilayah yang paling terdampak.