Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memberikan sinyal terkait peluang pengiriman atlet melalui jalur mandiri atau non-APBN untuk berlaga di ajang Asian Games 2026 mendatang.
Meski membuka lebar pintu partisipasi bagi atlet yang berangkat secara mandiri, pihak KOI menegaskan adanya batasan krusial. Salah satu poin yang ditekankan adalah mengenai apresiasi pemerintah. Atlet yang berangkat melalui jalur mandiri tidak serta-merta mendapatkan jaminan bonus atau penghargaan finansial dari negara seperti atlet yang diberangkatkan melalui jalur resmi pemerintah.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk tetap memberikan kesempatan bagi atlet potensial yang ingin berkompetisi di level internasional, namun tetap harus mempertimbangkan regulasi penggunaan anggaran negara. Dengan kebijakan ini, KOI berharap transparansi mengenai hak dan kewajiban atlet yang berangkat secara mandiri dapat dipahami sejak awal oleh seluruh pemangku kepentingan.
Hingga saat ini, persiapan menuju Asian Games 2026 terus dimatangkan. NOC Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kontingen Indonesia dapat tampil maksimal, baik melalui dukungan pendanaan pemerintah maupun inisiatif mandiri dari cabang olahraga terkait.