PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi mengenai siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Lubuk Pakam yang datang ke kantor cabang menggunakan ambulans. Pihak bank menegaskan bahwa kedatangan siswa tersebut bukan merupakan instruksi atau arahan dari petugas BNI.
Manajemen BNI menjelaskan bahwa proses aktivasi rekening PIP tetap berjalan dengan mengedepankan pelayanan prima. Meski siswa yang bersangkutan dalam kondisi sakit, pihak bank memastikan bahwa proses administrasi tetap diselesaikan dengan pendampingan khusus guna memberikan kemudahan bagi nasabah.
Dalam keterangannya, BNI berkomitmen untuk terus mendukung penyaluran dana bantuan pendidikan agar tepat sasaran. Pihak bank juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa kenyamanan serta kesehatan nasabah menjadi prioritas utama dalam setiap layanan perbankan yang diberikan.