Komisi Eropa secara resmi menolak desakan dari sejumlah negara anggota Uni Eropa yang mengusulkan agar Spanyol dikucilkan terkait penanganan krisis migrasi di Ceuta. Ketegangan ini dipicu oleh gelombang puluhan ribu migran yang menyeberang secara ilegal dari wilayah Maroko menuju kawasan eksklave Spanyol tersebut.
Pihak Komisi Eropa menegaskan bahwa pihaknya tetap berdiri di pihak Madrid dalam menghadapi tekanan arus migrasi yang masif. Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas Uni Eropa terhadap salah satu negara anggotanya yang sedang menghadapi tantangan perbatasan yang cukup serius.
Sebelumnya, krisis di Ceuta memang memicu perdebatan panas di internal Uni Eropa. Beberapa pihak sempat menyuarakan sanksi atau pengucilan terhadap Spanyol, namun usulan tersebut kandas karena dinilai tidak sejalan dengan komitmen perlindungan perbatasan luar blok Eropa. Hingga kini, otoritas Spanyol terus berupaya mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan di wilayah perbatasan tersebut dengan dukungan penuh dari Brussels.