Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas mengajak elemen kepemudaan, mulai dari organisasi pemuda, mahasiswa, hingga pelajar, untuk bersinergi dalam mengawal ketahanan pangan nasional. Ajakan ini disampaikan sebagai langkah konkret dalam memberantas praktik mafia beras yang merugikan petani dan masyarakat.
Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan perwakilan pemuda tersebut, Amran menekankan pentingnya peran aktif generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar. Ia berharap keterlibatan kaum milenial dan Gen Z dapat memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi pangan.
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah upaya pemerintah menyejahterakan petani. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pemuda merupakan kunci untuk memutus rantai distribusi yang tidak sehat dan memastikan beras tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Langkah ini disambut positif oleh para perwakilan organisasi kepemudaan yang hadir. Mereka berkomitmen untuk turut serta melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan tata niaga beras berjalan transparan dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.