Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan seiring dengan datangnya musim kemarau panjang. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi menyusul ancaman krisis air bersih yang berpotensi melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 27 kecamatan di Kabupaten Bandung kini masuk dalam zona rawan terdampak kekeringan. Pihak otoritas setempat menyatakan bahwa penetapan status siaga ini bertujuan agar penanganan distribusi air bersih dan bantuan bagi warga terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih selama periode kemarau ini. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan armada tangki air untuk menyuplai daerah-daerah yang mengalami kesulitan akses air, terutama di wilayah yang jauh dari sumber mata air atau jaringan pipa PDAM.
Tim penanggulangan bencana terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Warga diminta untuk segera melapor kepada perangkat desa atau kecamatan setempat apabila mulai merasakan dampak kekeringan yang signifikan di lingkungan mereka.