Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan tanggapan terkait kondisi ketimpangan ekonomi di Indonesia. Hal ini menyusul data terbaru yang mencatat tingkat rasio gini atau gini ratio pada Maret 2026 berada di angka 0,368.
Angka tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan adanya pelebaran jarak antara kelompok masyarakat kaya dan miskin di Tanah Air. Menanggapi fenomena tersebut, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi mendalam terhadap dinamika ekonomi yang terjadi.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang inklusif guna menekan angka ketimpangan. Upaya penguatan daya beli masyarakat bawah serta pemerataan akses ekonomi menjadi prioritas utama agar kesenjangan sosial tidak semakin melebar di masa mendatang.
Hingga saat ini, pemerintah masih berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir pihak saja.