Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengambil kebijakan untuk mencoret sejumlah sekolah swasta elite dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah adanya sekolah yang secara terbuka menyatakan tidak memerlukan bantuan program tersebut.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan distribusi bantuan kepada institusi pendidikan yang merasa mampu atau tidak membutuhkan intervensi program MBG. Menurutnya, prioritas utama pemerintah adalah menyasar kelompok yang memang memerlukan dukungan nutrisi tambahan.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis BGN agar penyaluran program Makan Bergizi Gratis dapat lebih tepat sasaran dan efisien. Dengan adanya penyesuaian data ini, BGN memastikan bahwa anggaran dan logistik program akan dialokasikan kepada sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan demi meningkatkan kualitas gizi siswa di seluruh Indonesia.