Kasus pencurian permata bernilai fantastis di Museum Louvre, Prancis, kembali menjadi sorotan publik. Sang dalang di balik aksi kriminal yang menaksir kerugian hingga Rp1,8 triliun tersebut dikabarkan merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku mengaku bahwa ia sebenarnya telah merencanakan operasi yang lebih besar. Ia merasa hasil jarahan yang berhasil dibawa kabur masih jauh dari target awal yang ditetapkan.
Meski nilai barang yang dicuri mencapai angka triliunan rupiah, sang pencuri justru mengeluhkan bahwa seharusnya ia bisa membawa lebih banyak koleksi berharga dari museum paling ikonik di dunia tersebut. Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan keamanan koleksi museum dan memburu sisa aset yang hilang.