Bahlil Lahadalia: Mobil Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Berat Kendaraan Listrik di Masa Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memproyeksikan bahwa kendaraan berbasis hidrogen akan menjadi penantang serius bagi mobil listrik berbasis baterai dalam satu dekade ke depan. Menurut Bahlil, teknologi hidrogen memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar otomotif nasional maupun global dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun mendatang.

Meski memiliki potensi yang menjanjikan, Bahlil tidak menampik adanya tantangan besar terkait efisiensi biaya. Saat ini, biaya produksi untuk kendaraan hidrogen masih tergolong sangat mahal, bahkan melampaui biaya operasional bahan bakar nabati B50.

Optimisme pemerintah ini didasari pada upaya riset dan pengembangan energi bersih yang terus digenjot. Pemerintah berharap seiring dengan kemajuan teknologi dan skala ekonomi yang meningkat, harga produksi mobil hidrogen dapat ditekan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat luas dan mampu bersaing dengan ekosistem kendaraan listrik (EV) yang sudah lebih dulu berkembang.

Hingga saat ini, transisi energi di sektor transportasi masih menjadi fokus utama pemerintah untuk mencapai target netralitas karbon. Kehadiran opsi kendaraan hidrogen diharapkan menjadi alternatif strategis dalam mendukung ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

Leave a Comment