Wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini tengah menghadapi krisis air bersih yang cukup serius akibat fenomena kemarau ekstrem. Tercatat sebanyak 700 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh sulitnya mendapatkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini terjadi lantaran sumur-sumur warga mulai mengering seiring dengan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, warga terpaksa harus mengantre untuk mendapatkan bantuan distribusi air bersih agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Pemerintah setempat dan pihak terkait diharapkan dapat segera memperluas jangkauan bantuan air bersih guna meringankan beban warga yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.