Fenomena astronomi langka berupa Gerhana Matahari Total yang diprediksi akan menyapa bumi pada 22 Juli 2028 mendatang, rupanya sudah menyedot perhatian publik jauh-jauh hari. Meski masih tersisa beberapa tahun, antusiasme masyarakat dan wisatawan global mulai berdampak signifikan pada sektor pariwisata.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah hotel di kota yang menjadi lokasi pengamatan utama sudah mulai kehabisan kamar. Tingginya permintaan ini dipicu oleh para pemburu gerhana yang ingin memastikan akomodasi mereka aman sebelum lonjakan harga terjadi mendekati hari-H.
Lonjakan pemesanan kamar hotel di lokasi strategis pengamatan fenomena ini mencatatkan rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pelaku industri pariwisata pun mulai bersiap menghadapi gelombang wisatawan yang diprediksi akan memadati wilayah tersebut saat puncak gerhana matahari terjadi pada tahun 2028 nanti.