Situasi keamanan di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencekam menyusul terjadinya bentrokan berdarah yang dipicu oleh sengketa lahan ulayat. Insiden tersebut melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Narasaosina dan Desa Waeburak, yang terletak di wilayah Adonara Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan terkait kepemilikan tanah adat ini berujung pada aksi kekerasan fisik antar kedua belah pihak. Akibat peristiwa nahas tersebut, dilaporkan tiga orang tewas di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat dikabarkan tengah melakukan upaya mediasi dan pengamanan di lokasi untuk mencegah meluasnya konflik. Aparat keamanan mengimbau warga agar tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi di lapangan.
Konflik lahan memang menjadi salah satu isu sensitif di kawasan Adonara. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan sengketa ini secara hukum agar tidak kembali memakan korban jiwa di masa mendatang.