Ketegangan memuncak di perbatasan Ceuta, Spanyol, setelah gelombang besar migran asal Maroko nekat menerobos masuk secara paksa. Insiden kemanusiaan ini dilaporkan menelan korban jiwa sebanyak 57 orang.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menanggapi serius peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi penerobosan massal yang melibatkan sekitar 50 ribu orang ini merupakan pelanggaran berat terhadap integritas wilayah kedaulatan Spanyol.
Lebih lanjut, Sanchez mengungkapkan bahwa gelombang migrasi ilegal ini diduga kuat dipicu oleh penyebaran disinformasi yang masif. Pemerintah Spanyol kini tengah berupaya memulihkan situasi di wilayah perbatasan tersebut sembari melakukan penyelidikan mendalam terkait pemicu utama di balik insiden yang memakan banyak korban jiwa ini.