Pernahkah Anda merasa kondisi tubuh jauh lebih lelah saat bepergian ke arah timur dibandingkan ke arah barat? Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan subjektif, melainkan memiliki penjelasan medis yang berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh kita.
Para ahli menjelaskan bahwa tubuh manusia secara alami lebih mudah beradaptasi saat durasi hari diperpanjang daripada dipersingkat. Saat Anda terbang ke arah timur, Anda sedang melakukan perjalanan melawan rotasi bumi yang memaksa jam internal tubuh untuk ‘maju’ lebih cepat. Kondisi ini membuat ritme sirkadian lebih sulit menyesuaikan diri dengan waktu lokal yang baru.
Sebaliknya, ketika terbang ke arah barat, ritme sirkadian kita lebih mudah beradaptasi karena tubuh cenderung lebih fleksibel dalam memperpanjang waktu tidur atau bangun. Gangguan pada ritme sirkadian inilah yang menjadi penyebab utama mengapa gejala jetlag seperti insomnia, kelelahan ekstrem, dan gangguan konsentrasi terasa jauh lebih intens saat Anda mendarat di destinasi timur.
Memahami mekanisme biologis ini dapat membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum melakukan perjalanan jauh lintas zona waktu di masa mendatang.