Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan komitmennya untuk membenahi tata kelola keuangan negara. Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti adanya kebocoran atau penggelembungan anggaran yang mencapai angka 30 persen.
Kepala Negara menegaskan bahwa praktik yang merugikan negara tersebut saat ini tengah diupayakan untuk dihentikan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan efisiensi penggunaan dana APBN agar lebih tepat sasaran bagi kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menekankan pentingnya disiplin fiskal dan pengawasan ketat terhadap setiap pos anggaran. Dengan menghentikan kebocoran tersebut, diharapkan ruang fiskal negara menjadi lebih luas untuk mendukung berbagai program prioritas nasional yang telah direncanakan oleh pemerintahannya.