Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait pengelolaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Sumatera untuk periode 2026-2028.
Tito menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam setiap tahapan program. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anggaran besar yang telah dialokasikan dapat terserap secara optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk mendukung proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi di wilayah Sumatera. Mantan Kapolri tersebut berharap seluruh instansi terkait dapat bekerja secara profesional dan menghindari potensi penyimpangan dalam penggunaan dana jumbo tersebut.
Diharapkan, dengan adanya pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi, program rehab-rekon ini dapat berjalan efektif sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan, yakni hingga tahun 2028 mendatang.