Kekuatan Topan Bavi yang melanda kawasan Asia Timur menyebabkan gangguan transportasi udara yang masif. Tercatat hampir 1.200 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh badai tersebut.
Dampak dari Topan Bavi tidak hanya dirasakan di sektor penerbangan. Di Taiwan, otoritas setempat telah melakukan langkah darurat dengan mengevakuasi ribuan warga guna menghindari risiko bencana lebih lanjut. Sementara itu, wilayah Jepang dilaporkan sedang berjuang menghadapi terjangan hujan dengan intensitas tinggi serta hembusan angin kencang yang membahayakan.
Hingga saat ini, pihak berwenang di kedua wilayah masih terus memantau pergerakan badai dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir maupun kerusakan infrastruktur akibat terjangan angin Topan Bavi.