Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, kian memprihatinkan. Meski upaya gencatan senjata terus diupayakan melalui mediasi Amerika Serikat, serangan militer Israel dilaporkan masih terus berlanjut hingga saat ini.
Dampak dari agresi yang tiada henti tersebut telah memakan banyak korban jiwa, terutama dari kalangan warga sipil. Salah satu potret yang paling menyayat hati adalah banyaknya anak-anak Gaza yang harus kehilangan anggota tubuh, termasuk kaki, akibat hantaman bom yang menghancurkan tempat tinggal mereka.
Kondisi ini menciptakan krisis medis yang mendalam, di mana fasilitas kesehatan di Gaza berjuang keras menangani lonjakan korban luka-luka di tengah keterbatasan alat dan tenaga medis. Hingga kini, jumlah korban sipil terus merangkak naik, menyisakan trauma mendalam bagi generasi muda Palestina yang terpaksa hidup dengan disabilitas permanen akibat konflik yang berkepanjangan.