Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait fenomena tingginya harga beras fortifikasi di pasaran. Harga produk ini diketahui jauh melampaui banderol beras medium maupun premium yang beredar saat ini.
Langkah penyelidikan ini diambil untuk memastikan transparansi harga di tingkat konsumen. Bapanas ingin membedah secara rinci struktur biaya yang menyebabkan beras dengan kandungan nutrisi tambahan tersebut dijual dengan harga yang dinilai tidak wajar bagi masyarakat.
Hingga saat ini, pihak otoritas pangan terus mengumpulkan data terkait rantai distribusi dan biaya produksi guna menentukan apakah lonjakan harga tersebut disebabkan oleh biaya proses fortifikasi atau adanya disparitas harga yang tidak semestinya di pasar.