Dampak musim kemarau panjang kini dirasakan secara nyata oleh warga Desa Pingku, Kabupaten Bogor. Krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut memaksa penduduk setempat untuk berjuang ekstra demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer dengan berjalan kaki. Tak hanya itu, mereka pun harus rela mengantre panjang di satu-satunya sumur warga yang masih mengeluarkan air di tengah kekeringan yang melanda.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa waktu seiring dengan minimnya curah hujan yang mengguyur wilayah Bogor. Warga berharap adanya bantuan distribusi air bersih dari pemerintah daerah agar beban mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok dapat sedikit teringankan di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.