Seorang dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial Beni menjadi sorotan tajam publik setelah diduga melontarkan kalimat bernada menghina terhadap pasien BPJS Kesehatan. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah keluhan dari seorang warga bernama Yurizal viral di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, dokter tersebut dikabarkan melontarkan komentar yang tidak pantas dengan menyebut ‘ruang jenazah kosong’ kepada pasien BPJS. Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai sikap tenaga medis tersebut tidak etis dan merendahkan martabat pasien.
Menanggapi kehebohan tersebut, dokter Beni akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekhilafan yang telah ia perbuat. Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk menerima segala konsekuensi maupun sanksi yang akan diberikan terkait insiden tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang terkait tengah mendalami peristiwa ini untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut tetap berjalan dengan menjunjung tinggi etika profesi serta hak-hak pasien tanpa diskriminasi.