Stabilitas domestik Iran kini tengah diuji oleh perlawanan internal yang datang dari kelompok etnis Kurdi. Kelompok ini secara konsisten menunjukkan oposisi keras terhadap sistem pemerintahan yang dipimpin oleh para Ayatollah.
Ketegangan antara etnis Kurdi dan pemerintah pusat Iran bukanlah isu baru. Selama bertahun-tahun, aspirasi politik dan sosial masyarakat Kurdi sering kali berbenturan dengan kebijakan otoritas di Teheran. Perlawanan ini kini kembali mengemuka, menantang kekuatan militer Iran dari dalam wilayah mereka sendiri.
Para pengamat menilai bahwa gerakan Kurdi merasa terpinggirkan oleh kebijakan pemerintah yang dianggap tidak mengakomodasi hak-hak etnis minoritas. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya berbagai gerakan perlawanan sebagai bentuk protes terhadap kekuasaan yang dianggap represif.
Situasi ini menciptakan tantangan keamanan yang serius bagi Iran. Selain menghadapi tekanan sanksi internasional, rezim Ayatollah kini harus membagi fokus mereka untuk meredam gejolak di dalam negeri yang dipelopori oleh etnis Kurdi di wilayah perbatasan.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan eskalasi. Konflik ini pun terus menjadi sorotan dunia internasional, mengingat dampaknya yang bisa memengaruhi stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.